Antarmuka merupakan tampilan sistem agar dapat memudahkan interaksi antara pengguna dan system dengan diwujudkan ke dalam sebuah aplikasi software. Hal tersebut harus terpikirkan oleh desainer dan tidak dianjurkan merancang antarmuka dengan didasarkan pada dirinya sendiri tentunya banyak yang perlu dirancang. Adapun prinsip berikut ini yang dapat dijadikan acuan sebelum mendesain interface suatu aplikasi.

1. User compatibility

Pembuatan aplikasi seharusnya memudahkan pengguna untuk menggunakan aplikasi tersebut. Untuk itu sangat perlu untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan  pengguna agar nyaman menggunakan aplikasi tersebut. Dengan memperhatikan pengguna aplikasi, system akan seolah olah paham interaksi apa yang dilakukan oleh user. Desainer harus mencari dan mengumpulkan karakteristik user agar aplikasi yang akan dibuat menjadi lebih nyaman digunakan.

2. Product compatibility

Aplikasi seharusnya diharapkan sesuai dengan system yang diharapkan. Sistem dapat dikatakan baik apabila sistem dapat mengerjakan apa yang dibutuhkan secara benar dan cepat. Aplikasi diharapkan dapat menghasilkan laporan yang akurat detail daripada menggunakan sistem manual.

3. Task compatibility

Sebuah aplikasi harus dapat melakukan perintah sesuai dengan yang dikerjakan. Semua tugas-tugas user harus dapat diubah kedalam sistem untuk mempermudah pekerjaan mereka. Tetapi user juga tidak menghadapi kesulitan saat menggunakan aplikasi tersebut.

4. Work flow compatibility

Sebuah Aplikasi harus memperhatikan alur dari perintah tersebut. Jangan membuat pengguna aplikasi semakin bingung dengan perintah aplikasi yang dibuat karena runtutan perintah yang ada tidak sesuai dengan pekerjaan user. Pilihan yang terlalu banyak juga dapat mempersulit pengguna, dengan begitu alur juga sangat penting diperhatikan.

Baca Juga :  Quick Format vs Format | Apa Perbedaannya?

5. Consistency

Konsistensi Tampilan juga sangat penting karena ini membuat pengguna tidak bingung saat menggunakan aplikasi. Coba bayangkan beberapa aplikasi yang berbeda dengan perbedaan letak fitur membuat pengguna semakin asing dengan aplikasi. Contohnya kita dapat melihat tampilan Microsoft Office yang seragam seperti Microsoft Word, Microsoft PowerPoint, Microsoft Excell, dll.

6. Familiarity

Sifat manusia seringkali mengingat hal-hal yang sudah sering diamatinya. Hal ini juga mempercepat pemahaman interaksi yang dilakukan user dengan sistem. Dengan memperhatikan hal tersebut juga menambah kenyamanan user untuk menggunakan aplikasi tersebut.

7. Simplicity

Kesederhanaan menjadi elemen penting untuk diperhatikan. Anggap tampilan sistem yang memiliki banyak fitur dan pekerjaan dimasukkan di dalam satu tampilan, hal ini akan membuat kesulitan dalam pembacaan dan tata letak suatu task aplikasi. Belum lagi user yang semakin pusing untuk melihat menu tersebut.

8. Direct manipulation  

Aplikasi dapat dimanipulasi sesuai dengan penggunaan user. Ini juga membantu user untuk menghadapi kejenuhan dengan melakukan sedikit perubahan pada tampilan tersebut. Interaksi juga menjadi semakin menjadi jika menambahkan efek-efek perubahan yang terjadi pada sistem dan memberitahu user bahwa terjadi perubahan pada aplikasi sesuai interaksi yang diberikan.

Baca Juga :  Tanda-Tanda Laptopmu harus Diganti!!

9. Control

Suatu aplikasi harus mampu memberikan arahan kepada user. Jika aplikasi tidak mengenali perintah tersebut buatlah sebuah peringatan dari aplikasi untuk mengubah perintah yang dilakukan oleh user. Jika user salah dalam memasukkan password berilah tampilan peringatan untuk mengubah kata sandi yang diketik karena kesalahan pengetikan ataupun lupa memasukkan beberapa karakter.

10. WYSIWYG

What you see is what you get dapat diartikan sebagai apa yang kamu lihat itulah yang kamu dapat. Kita dapat mencontohkan seperti perintah print, apa yang terlihat di monitor akan terlihat seperti itu juga jika dicetak. Begitu juga saat kita membangun sebuah aplikasi.

11. Flexibility


Suatu aplikasi harus dapat menyelesaikan beberapa masalah yang sudah diinstruksikan. Seorang Engineer harus dapat membuat berbagai solusi untuk satu masalah. 

12. Responsiveness

Setelah memberikan inputan atau memasukkan data ke aplikasi system melalui antarmuka, sebaiknya sistem langsung memberi tanggapan/respon dari hasil data yang diinputkan. Aplikasi yang dibangun juga harus memiliki reaksi yang cepat. Mengingat tujuan sistem dibuat karena mempercepat pekerjaan manusia.

Baca Juga :  Cara Mudah Melaporkan Website atau Situs Konten Negatif Ke KemKomInfo 2020

13. Invisible Technology   

Aplikasi sebaiknya memiliki fitur tersembunyi untuk menambah kecanggihan dari suatu aplikasi. Kita dapat dicontohkan seperti  Google Dokumen yang memiliki fitur koreksi kata dan fitur voice yang memudahkan pekerjaan kita.

14. Robustness

Kesalahan yang dilakukan merupakan hal yang wajar karena user belum terbiasa menggunakan aplikasi tersebut. Gunakan bahasa yang baik dan sopan untuk mengungkapkan kesalahan tersebut. Hal ini berupaya agar user tidak merasa tersinggung dengan peringatan pada aplikasi.

15. Protection

Aplikasi seharusnya mengutamakan keselamatan pada sistem mereka. Berikan kepada user kenyamanan untuk berinteraksi dengan sistem. Jika user ingin menghapus sesuatu berikan verifikasi persetujuan agar meyakinkan user untuk melakukan perintah tersebut.

16. Ease Of Learning And Ease Of Use

Aplikasi akan mudah dipahami jika aplikasi itu mudah untuk dipelajari dan digunakan. Berikan tampilan yang sederhana agar user dapat memahami maksud dari interaksi tersebut. Seiring berjalannya waktu user akan mudah mengulangi perintah tersebut tanpa perlu diberitahu.

Berikut hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah interface aplikasi. Aplikasi dapat dikatakan baik dan nyaman digunakan jika berprinsip dengan ketentuan-ketentuan diatas. Pelajari prinsipnya ini akan mengurangi tingkat ambiguitas user dalam menggunakan aplikasi.